Senin, 06 November 2017
Jumat, 03 November 2017
APA ITU PENIKMAT ALAM??
Penikmat Alam
Penikmat Alam, istilah untuk seseorang atau kelompok yang menyebut
dirinya sebagai petualang yang katanya hanya menikmati keindahan dan
pesona alam tanpa merusak alam tersebut.
Apapun definisinya, saat ini penikmat alam pun berubah arti menjadi
sosok petualang yang benar tidak mengambil apapun kecuali gambar profil
untuk sosial media, tetapi sayangnya tidak peduli dengan jejak, bukan
jejak kaki, tetapi jejak sampahnya.
Kegiatan mendaki gunung pun menjadi euforia, dan marak dilakukan oleh
siapapun. Entah karena pengaruh film 5cm atau pengaruh teman, atau
puber, pokoknya tidak keren kalo belum mendaki gunung. Semua orang akan
berlomba-lomba mendaki gunung, mengoleksi bak cinderamata. Bangga
memposting foto-foto di puncak, mengejar sunrise, menangkap sunset.
***
Pada perkembangannya, entah karena pengaruh acara My Trip My Adventur
atau pengaruh agen tour & travel atau efek stress. Kegiatan pecinta
dan penikmat alam pun menjadi luas artinya yaitu adventur.
Banyak orang berkompetisi dan berbondong-bondong mencari tempat wisata
yang unik dan eksotis di Indonesia kemudian mendokumentasikan di sosmed
diviral ribuan kali.
Tidak heran jika semua orang bangga mengeksplor dan mengekspos wisata
Indonesia. Indonesia memang begitu kaya, kaya akan potensi alamnya,
keanekaragaman hayatinya, begitu kaya akan tempat-tempat eksotisnya,
keragaman budayanya.
Menurut Kang Maman notulis ILK (Indonesia Lawak Club), "Indonesia adalah
sekeping surga yang diturunkan Tuhan ke muka bumi. Terbentang antara
Sabang sampai Merauke, antara Miangas sampai Pulau Rote, dengan 18.306
pulaunya.Jika setiap pulau kita kunjungi tiga hari saja, perlu 150 tahun
untuk menjelajahinya atau selama dua kali lipat usia harapan hidup
orang Indonesia. Jadi, setidaknya butuh hidup dua kali untuk bisa
menamatkan, menelusuri seluruh pulau di negeri ini, yang di dalamnya
hidup 250-an juta manusia yang terdiri dari 1.342 suku bangsa."
Pembunuhan yang sering dilakukan penikmat alam biasanya membunuh
tanaman-tanaman gan, misalnya mau bikin tempat tidur gantung atau Hammock. Ada pohon ijo-ijo dihabisin juga daun-daunnya.
Stop Vandalisme di Gunung!
Setiap pecinta alam pasti sudah mempersiapkan kantong plastik gede buat
bawa turun kembali sampah, minimal sampahnya sendiri. Tapi ada loh gan
sekelompok "penikmat alam" yang tidak mencintai alam, mereka enggan
membawa turun kembali, malah diletakkan begitu saja di semak-semak. Ada
lagi nih, selain meninggalkan sampah-sampah yang tidak bisa terurai,
ada juga yang bikin sampah visual. Main corat-coret aja seenak perut
sendiri. Ada yang ngukir nama di pohon, batu, bahkan dengan bangganya
melakukan vandalisme menutup rambu penunjuk jalan dengan stiker
organisasi yang mengatasnamakan pecinta alam.
Kategori sampah yang sering ane temui gan:
- Bungkus rokok
- Bungkus bumbu mi instan
- Kaleng sarden
- Sterofoam wadah mi instan gelas
- Botol air mineral
- Bungku kopi/susu sachet
- Bungkus permen
Rata-rata memang dalam ukuran kecil sih gan, tapi jika hal yang kecil disepelekan lam-lama jadi besar juga kan?
Jangan Ambil Apapun!
Ini nih yang sering menggoda iman penikmat alam maupun pecinta alam.
Gara-gara cinta kepada kekasih jadi lupa cinta alam. Apesnya didukung
pula oleh kekasih yang kurang peduli terhadap lingkungan. Mana ada
kekasih pecinta linkungan yang minta dibawain bunga Edelweis. Bunga yang
terkenal dengan nama bunga keabadian ini termasuk bunga langka yang
harus dijaga kelestariannya. Jangan dipetik!
Jangan membunuh!
Langganan:
Postingan (Atom)