Jumat, 03 November 2017

APA ITU PENIKMAT ALAM??

Penikmat Alam

Penikmat Alam, istilah untuk seseorang atau kelompok yang menyebut dirinya sebagai petualang yang katanya hanya menikmati keindahan dan pesona alam tanpa merusak alam tersebut.
Apapun definisinya, saat ini penikmat alam pun berubah arti menjadi sosok petualang yang benar tidak mengambil apapun kecuali gambar profil untuk sosial media, tetapi sayangnya tidak peduli dengan jejak, bukan jejak kaki, tetapi jejak sampahnya.
Kegiatan mendaki gunung pun menjadi euforia, dan marak dilakukan oleh siapapun. Entah karena pengaruh film 5cm atau pengaruh teman, atau puber, pokoknya tidak keren kalo belum mendaki gunung. Semua orang akan berlomba-lomba mendaki gunung, mengoleksi bak cinderamata. Bangga memposting foto-foto di puncak, mengejar sunrise, menangkap sunset. 
***
Pada perkembangannya, entah karena pengaruh acara My Trip My Adventur atau pengaruh agen tour & travel atau efek stress. Kegiatan pecinta dan penikmat alam pun menjadi luas artinya yaitu adventur.
Banyak orang berkompetisi dan berbondong-bondong mencari tempat wisata yang unik dan eksotis di Indonesia kemudian mendokumentasikan di sosmed diviral ribuan kali. 
Tidak heran jika semua orang bangga mengeksplor dan mengekspos wisata Indonesia. Indonesia memang begitu kaya, kaya akan potensi alamnya, keanekaragaman hayatinya, begitu kaya akan tempat-tempat eksotisnya, keragaman budayanya. 
Menurut Kang Maman notulis ILK (Indonesia Lawak Club), "Indonesia adalah sekeping surga yang diturunkan Tuhan ke muka bumi. Terbentang antara Sabang sampai Merauke, antara Miangas sampai Pulau Rote, dengan 18.306 pulaunya.Jika setiap pulau kita kunjungi tiga hari saja, perlu 150 tahun untuk menjelajahinya atau selama dua kali lipat usia harapan hidup orang Indonesia. Jadi, setidaknya butuh hidup dua kali untuk bisa menamatkan, menelusuri seluruh pulau di negeri ini, yang di dalamnya hidup 250-an juta manusia yang terdiri dari 1.342 suku bangsa."

Stop Vandalisme di Gunung!
Setiap pecinta alam pasti sudah mempersiapkan kantong plastik gede buat bawa turun kembali sampah, minimal sampahnya sendiri. Tapi ada loh gan sekelompok "penikmat alam" yang tidak mencintai alam, mereka enggan membawa turun kembali, malah diletakkan begitu saja di semak-semak. Ada lagi nih, selain meninggalkan sampah-sampah yang tidak bisa terurai, ada juga yang bikin sampah visual. Main corat-coret aja seenak perut sendiri. Ada yang ngukir nama di pohon, batu, bahkan dengan bangganya melakukan vandalisme menutup rambu penunjuk jalan dengan stiker organisasi yang mengatasnamakan pecinta alam.

Kategori sampah yang sering ane temui gan:
  1. Bungkus rokok
  2. Bungkus bumbu mi instan
  3. Kaleng sarden
  4. Sterofoam wadah mi instan gelas
  5. Botol air mineral
  6. Bungku kopi/susu sachet
  7. Bungkus permen

Rata-rata memang dalam ukuran kecil sih gan, tapi jika hal yang kecil disepelekan lam-lama jadi besar juga kan?
Jangan Ambil Apapun!
Ini nih yang sering menggoda iman penikmat alam maupun pecinta alam. Gara-gara cinta kepada kekasih jadi lupa cinta alam. Apesnya didukung pula oleh kekasih yang kurang peduli terhadap lingkungan. Mana ada kekasih pecinta linkungan yang minta dibawain bunga Edelweis. Bunga yang terkenal dengan nama bunga keabadian ini termasuk bunga langka yang harus dijaga kelestariannya. Jangan dipetik!
 
Jangan membunuh!

Pembunuhan yang sering dilakukan penikmat alam biasanya membunuh tanaman-tanaman gan, misalnya mau bikin tempat tidur gantung atau Hammock. Ada pohon ijo-ijo dihabisin juga daun-daunnya.